Dadaku terasa sempit~~

Ya Allah. apakah ini. kenapa tiba2 dibahuku seolah-olah dibeban oleh satu bebanan yang sangat berat.

bingung, resah memikirkan apa yang bakal terjadi.

sambil ku mendengar lagu-lagu instrument di sebuah blog ini, tersingkap di jiwa naluri ku ini, tergenang seribu memori lama, terfikir akan masa depan, aku terbuai jauh di dalam hanyutan lagu yang mendayu-dayu ini.

Tapi aku pejamkan kembali mata, tidak mahu menerima realitinya, seolah-olah ingin menepis takdir yang telah menimpa diriku ini, aku tersesat sebentar, hilang dalam kawalan di tengah-tengah kegelapan. sedangkan ku tahu pintu cahaya itu sering ada dekat dengan diriku, tetapi aku masih mengeluh mengeluarkan dengusan ketidakpuasan hati dalam diri sanubariku.

Ya Allah, sedangkan aku tahu kalimat suci mu bahawa setiap ujian yang terjadi itu datang darimu dan kene pada sekadar kemampuanku. dan setiap padanya itu terdapat hikmah yang terselindung. Tapi masih aku hilang kawalan daripada meletakkan kembali diriku ke landasan kalimat-kalimat suci rabbiku.

lagu itu masih kedengaran…

sudahlah, apa lagi yang kau ragui. pantas kah aku untu meragui segalanya? layakkah aku menghukum perkara yang sudah ditetapkan? tinggi manakah darjatku untuk menilai sesuatu takdir? hebat sangatkah diri aku untuk mengeluh mencelakakan takdir yang telah ditimpa?

kalau begitu, tanya kembali pada diri…sudah puaskah sujudmu pada sang rabbi? sudah cukupkah bibirmu menggerakkan kalimah-kalimah agung sang rabbi? sudah berapa banyak titisan airmata yang kau titiskan hanya kerana takut akan sang rabbimu? bagaimana dengan perlakuan sehari mu yang sering bermandikan maksiat dan simbahan dosa? adakah kau sudah meminta ampun atas apa yang kau lakukan? sekali lagi, tanyalah pada dirimu, bagaimanakah hubunganmu dengan tuhan yang menciptakan langit daratan bumi dan seluruh alam? dimana? cukupkah?tanyalah dan tanyalah…

aku tertunduk.. tertunduk dan terus tertunduk. sambil lagu itu masih kedengaran.

Ya Allah…aku khilaf. aku tidak mengerti.

bagaimana Ya Allah? bagaimana?

aku terasa beban yang menimpa diriku ini semakin berat.

dan tak mungkin aku berpaling dari kebenaran ini.

tatkala ini……..aku memjamkan mata… hatiku bergetar. bibirku bergetar. mataku…subahanallah… air mata ku secara tiba-tiba jatuh.

aku kembali memjamkan mata, aku cuba bangkit menyelami ayat mu.

aku rasa ada cahaya. cahaya yang tiba-tiba mendakap aku. cahaya yang menyatakan bahwa sandarkanlah ia pada Allah. serahkanlah hal itu pada Allah. tawakkal lah akan hal itu kepada Allah.  serahkanlah segalanya padanya. dia lah yang sebaik-baik wakil.

berat yang kurasa tadi, hilang.. kerana ada yang sudah mencabutnya dari bahuku.

dan ku kaji dan terus ku kaji. oh, rupa-rupanya sewaktu di bahuku terasa sungguh berat, aku terlupa, lupa dengan Dia. lupa akan Dia yang menguasi atas segala yang terjadi pada diriku. pabila dihati dan jiwa serta benak fikiranku hanya berserah kepadanya, cahaya-cahaya yang sebentar tadi hilang muncul kembali. subahanaAllah,Alhamdulillah, Allahuakbar!!

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: